5 Ilmu Parenting yang Perlu Dimiliki Pasangan yang Belum Menikah

Menikah adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad Saw yang didambakan bagi mereka yang belum melaksanakannya. Hal ini wajar, karena ada naluri dari setiap manusia untuk melanjutkan keturunan dari jenisnya. Allah juga telah menciptakan manusia secara berpasangan.

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan.” (Fathir ayat 11).

Salah satu yang keniscayaan setelah menikah ialah hadirnya seorang anak. Sehingga setiap calon pasangan perlu mempersiapkan diri untuk nantinya mengasuh, mendidik dan membimbing serta mengembangkan anak.

Mempersiapkan ilmu untuk menjadi orang tua adalah langkah awal yang tepat dan sangat baik untuk mewujudkan generasi yang lebih baik ke depannya. Bukankah setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya?

Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan dalam rangka menjadi orang tua?

Pertama, tentukan tujuan pengasuhan dan pendidikan anak

Setiap langkah memiliki tujuan, demikian juga orang tua dalam mengasuh anak. Seperti Nabi Ibrahim yang menjadikan kalimat tauhid tertanam kuat dalam diri setiap anak keturunannya sebagai tujuan pengasuhan utamanya.

“Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).” (Az Zukhruf ayat 28).

Kedua, memiliki pengertian bahwa anak adalah amanah

Karena anak adalah amanah maka orang tua wajib menjaga anaknya bukan hanya selamat di dunia tapi juga selamat di akhirat nanti. Sehingga timbul kesadaran pada setiap calon pasangan bahwa pengasuhan anak sejatinya kembali pada tujuan Nabi diutus yakni membentuk akhlak yang mulia.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At Tahrim ayat 6).

Ketiga, memiliki pengertian bahwa anak adalah ujian

Meski setiap orang punya naluri dan dorongan untuk mencintai anak. Namun sadarilah bahwa anak juga merupakan ujian. Dari sini orang tua perlu belajar ilmu pengasuhan anak dan berhati-hati dalam mengasuh dan mendidiknya. Jangan sampai kecintaan terhadap anak membuat lalai terhadap tuntunan Allah.

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (Al Anfal ayat 28).

Keempat, belajar dan memperbaiki diri terus menerus

Anak lahir dalam keadaan suci. Ia akan meneladani orang tuanya, maka mau tidak mau, suka tidak suka orang tua mesti meneladankan akhlak yang baik.

Anak juga membutuhkan role model, orang tua perlu terus belajar dan meng upgrade diri untuk menjadi contoh sekaligus membekali anak sesuai masa tumbuh kembangnya.

“Tidaklah setiap anak kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah”. (HR. Bukhari).

Kelima, bekerja sama dalam mengasuh anak

Mengasuh dan mendidik bukan hanya tugas ibu di rumah. Ayah dan ibu punya peran yang sama pentingnya. Keduanya perlu berkomitmen untuk bekerja sama mengawal proses tumbuh kembang anak baik itu secara fisik, mental, maupun spiritual. Bagaimana bekerja sama, bersinergi dan bahu membahu mengembangkan potensi dan bakatnya sesuai tujuan penciptaan-Nya.

Setiap hal ada ilmunya termasuk ilmu mengasuh anak. Anak adalah manusia yang memiliki unsur lahiriah dan unsur batiniah. Penting di sini memiliki kemauan untuk belajar mengasuh anak yang akrab disebut dengan ilmu parenting. Dengan belajar calon pasangan sejatinya tengah berupaya membangun “rumahku surgaku”.

“Barangsiapa berjalan menempuh jalan mencari ilmu, sesungguhnya Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga”. (HR. Ibnu Majah).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...