5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Personal Branding

Personal brand atau citra diri sangat penting di dalam membangun sebuah usaha. Personal brand dari seorang pemilik usaha juga menentukan baik buruknya brand atau merek yang di bangun pada usahanya.

Sebuah penelitian di Meksiko mencatatkan bahwa dunia kewirausahaan di negara itu saat ini didominasi oleh kalangan milenial. Dan, jika mereka ditanya apa strategi mereka dalam menjalankan usaha, kebanyakan menjawab adalah ‘personal branding’.

Di negara yang dikenal sebagai halaman belakang Amerika itu, pengembangan personal branding di kalangan wirausaha semakin populer, tidak hanya pada kalangan generasi Baby Boomers dan Generasi X, tetapi juga di kalangan wirausaha termuda seperti kalangan milenial.

Data yang diterbitkan majalah digital Entrepreneur mencatat: 33 persen pengusaha di Meksiko berusia antara 25 dan 34 tahun. Sejumlah 66 persen pengusaha adalah laki-laki dan 34 persen sisanya perempuan. Uniknya lagi, ternyata 52 persen dari bisnis mereka dijalankan dari rumah.

Nah, untuk Anda para calon entrepreneur khususnya dari kalangan milenial, 5 hal tentang personal branding ini sangat penting untuk diketahui:

1. Personal branding adalah jiwa dari brand Anda

Sebagai seorang pengusaha, penting untuk mengetahui secara mendalam siapa Anda? Apa yang Anda lakukan, dan apa yang Anda tawarkan? Termasuk mengetahui kelemahan dan kelebihan Anda sendiri.

Dengan mengetahui hal tersebut, akan membantu Anda mendeteksi personal branding yang dipahami sebagai persepsi orang lain tentang Anda.

Nah, untuk memahami bagaimana kewirausahaan Anda, sangat disarankan untuk menanyakan pada diri Anda sendiri: “Apa yang membedakan saya dari orang lain?”

Dan, untuk dapat membedakan diri Anda, kuncinya Anda harus mampu menjawab pertanyaan ini: “Mengapa mereka membeli dari saya, dan mengapa mereka membeli dari orang lain?”

2. Membuat rencana bisnis

Syarat penting agar personal brand Anda mampu memancarkan koherensi dan harmoni sejak awal adalah membuat rencana bisnis.

Apa rencana bisnisnya?

Apa tujuan usaha Anda?

Bagaimana strategi untuk mencapai tujuan ini? (Strategi personal branding masuk di sini).

Bagaimana Anda menyusun struktur organisasi? (Jika Anda akan bekerja sama atau berkolaborasi dengan pihak lain).

Berapa perkiraan investasi awal?

Dengan membuat rencana bisnis, Anda sebetulnya sedang mencoba menciptakan visi kewirausahaan Anda, menulis ide, implikasi, serta rute yang akan membuat Anda berkembang.

3. Cek terus jaringan Anda

Terhubunglah terus dengan jaringan Anda seperti teman, keluarga, mantan kolega di kampus, kolega dari pekerjaan terakhir, dan lain-lain, sehingga Anda dapat menemukan tiga hal di dalamnya: inspirasi, kisah sukses berdasarkan pengalaman mereka sendiri, dan klien pertama Anda.

Jaringan yang terhubung dengan Anda adalah aset terpenting yang Anda miliki saat memulai bisnis.

Sedikit demi sedikit, sinergi yang akan Anda capai dengan berhubungan dengan orang-orang di sekitar Anda akan membuat mereka merekomendasikan bisnis Anda dalam jangka menengah, dan mereka akan menjadi promotor Anda.

4. Memproyeksikan citra profesional

Untuk terhubung dengan jaringan kolega atau pertemanan yang akan memberi nilai pada bisnis Anda, sejak awal Anda harus memutuskan untuk memproyeksikan citra profesional Anda.

Untuk membangun citra profesional yang berdampak pada kredibilitas usaha Anda, para ahli merekomendasikan agar poin-poin sebagai berikut:

Pertama, Berpakaian yang sesuai

Pakaian atau busana untuk sukses mengacu pada tampilan visual yang harus mempertimbangkan tempat, audiens, jenis acara dan pesan yang ingin Anda sampaikan. Ingat, bahwa kesan pertama tidak pernah terlupakan.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana Anda memilih pakaian Anda. Jika bisnis Anda berfokus pada digital, dunia kreatif, pemasaran atau komunikasi, pakaian bisa lebih santai, modern, dan mencolok; tidak seperti jika Anda yang bekerja di bidang keuangan atau hukum.

Kedua, bersikap otentik

Pertimbangkan untuk menunjukkan kepribadian Anda dalam cara berpakaian, temukan gaya pribadi Anda. Jika sulit, mungkin Anda bisa melakukan konsultasi dengan penata busana yang Anda kenal.

Ketiga, konsisten

Imej profesional seseorang adalah modal utama agar orang lain berkesan. Orang kemudian dapat mengasosiasikan personal brand dari cara dia berpakaian, gerak tubuhnya, posturnya, kata-katanya.

5. Manfaatkan media sosial

Sebagai entrepreneur milenial, Anda pasti akrab dengan media sosial. Ini menguntungkan, tentu saja.

Tapi, untuk mencapai personal branding yang efektif, Anda sebaiknya tidak hanya sekadar “hadir” di media sosial untuk kemudian membangun komunitas follower di dalamnya, tetapi Anda juga harus membangun “interaksi” yang baik dan efektif.

Nah, bagaimana membangun personal branding di media sosial? Berikut ini beberapa tipsnya:

Pertama, ketahui jaringan sosial yang menjadi fokus audiens Anda.

Pilihlah saluran tempat Anda akan mempromosikan dan mempromosikan personal brand Anda. Facebook, Instagram, Linkedin, Twitter, Pinterest, masing-masing memiliki karakter sendiri dan merupakan alat yang efektif untuk strategi personal branding.

Buatlah profil profesional dan kreatif di jaringan yang Anda pilih itu, dengan sangat memperhatikan kualitas fotografi, tulisan yang baik, dan deskripsi tentang apa yang Anda lakukan. Ingat, untuk berbicara lebih banyak tentang manfaat yang ditawarkan produk atau layanan Anda dan lebih sedikit mengulas tentang karakteristiknya.

Tentukan citra personal brand Anda misalnya nama, logo, desain, warna, dan tipografi. Konsistensi itu penting untuk membangun personal branding.

Buatlah dan bagikan konten yang bermanfaat, otentik, relevan, dan menarik.

Jangan malas berinteraksilah dengan komunitas Anda, karena ini adalah satu-satunya cara untuk tumbuh di jejaring sosial serta untuk semakin memperkuat personal brand Anda.

Jadi kesimpulannya, personal branding adalah hasil kerja keras yang Anda lakukan setiap hari agar bisnis Anda berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan. Memang mungkin melelahkan, tapi Anda akan tahu bahwa semua upaya itu akan sepadan hasilnya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...