5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kurma

Di Indonesia, kurma dikenal sebagai buah yang kerap disajikan untuk takjil atau membatalkan puasa ketika berbuka puasa. Buah ini selalu hadir pada saat bulan Ramadhan tiba.

Rasulullah Saw menganjurkan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka dengan memakan buah yang manis ini.

Bagi orang Indonesia, kurma baru dianggap semacam camilan atau makanan ringan sebelum memakan makanan yang lain atau makan berat. Itu pun biasanya hanya hadir pada bulan Ramadhan. Artinya, kurma masih menjadi bahan makanan sampingan.

Namun di sisi lain, kurma dengan berbagai kelebihannya, memiliki potensi sebagai bahan pangan global, terutama untuk negara-negara dengan kerawanan pangan yang tinggi.

Menurut badan pangan dunia FAO, di dunia ternyata sistem pangan masih belum berfungsi sebagaimana mestinya. Menurut data, ada lebih dari 820 juta orang di dunia ini masih kelaparan. Sementara pada saat sama, obesitas terjadi di mana-mana.

Musababnya adalah akses setiap negara atau wilayah kepada bahan makanan pokok tidak merata.

Nah, bagaimana kurma menjadi harapan sebagai bahan pangan pokok untuk seluruh umat manusia di masa depan, utamanya untuk mencegah kelaparan, berikut 5 hal yang perlu Anda tahu:

Bernutrisi Tinggi

Kurma kaya zat besi, kalium, kalsium, magnesium, dan merupakan sumber serat yang baik. Ia juga kaya kalori, sehingga menjadi sumber energi yang baik.

Rasa kurma yang manis juga bisa menjadi alternatif untuk dibuat sebagai gula halus yang menggantikan gula penyebab obesitas. Lebih dari 2 miliar orang di dunia kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit. Kurma bisa menjadi pilihan makanan yang lebih sehat.

Kurma kering dapat disimpan selama berbulan-bulan, ini sangat membantu dunia dari kehabisan stok pangan.

Potensi Kurma Yang Belum Banyak Dimanfaatkan

Saat ini sistem pangan dunia hanya bergantung pada sangat sedikit jumlah tanaman pangan. Ada sekitar 6 ribu spesies tanaman pangan telah dibudidayakan sepanjang sejarah manusia. Namun saat ini hanya 8 tanaman saja yang memasok lebih dari 50 persen kalori harian kita.

Berarti masih banyak tanaman lokal yang sangat bergizi yang sesuai dengan kondisi setempat dan tahan terhadap iklim lokal.

Begitu halnya dengan kurma. Hanya jenis-jenis tertentu saja yang dikenal dan diperdagangkan secara internasional. Masih banyak jenis kurma yang belum dikenal dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Warisan Budaya yang Panjang

Kurma telah dibudidayakan di Timur Tengah dan Afrika Utara selama lebih dari 5.000 tahun, dan telah terbukti memiliki nutrisi dan kalori yang baik, yang sangat penting bagi ketahanan pangan umat manusia, terutama yang tinggal di wilayah padang pasir dan wilayah kering lainnya.

Dapat Bertahan di Kondisi Lingkungan Yang Sulit

Mesir, Iran, Aljazair, dan Arab Saudi adalah penghasil kurma terbesar di dunia, mereka adalah negara yang terus berjuang menghadapi kelangkaan air. Kurma dapat tumbuh di iklim panas dan kering serta memiliki toleransi terhadap air garam. Daya tahan ini memungkinkannya untuk tumbuh dan memberi sumber makanan bahkan dalam kondisi lingkungan yang sulit sekalipun, seperti gurun.

Hanya saja, pohon kurma masih belum teruji pembudidayaannya di negara tropis seperti di Indonesia. Mungkin Thailand, sudah selangkah lebih maju dalam pembudidayaan pohon kurma di antara negara-negara non padang pasir.

Sumber Penghasilan

Kurma adalah sektor penting, tidak saja sebagai sumber pangan dan gizi bagi manusia tapi juga sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat lokal.

Dalam 30 tahun terakhir, perkebunan kurma sempat terancam hama kumbang bernama Red Palm Weevil, hama berasal dari Asia Tenggara ini termasuk yang paling merusak di seluruh dunia. Hama ini mengancam sumber penghasilan petani kurma sekaligus juga mengancam warisan sumber bahan pangan yang sudah bertahan selama ribuan tahun ini.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...