4 Keutamaan Taubat

Setiap muslim yang melakukan perbuatan salah atau berbuat maksiat maka ia wajib bertaubat. Jika ia melakukan kesalahan pada sesama manusia maka ia selain bertaubat kepada Allah, ia meminta maaf juga kepada orang tersebut.

Di dalam taubat terdapat beberapa keutamaan, di antaranya:

Pertama, meraih cinta Allah dengan cara cepat

Di dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 222 dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat dan mensucikan dirinya.

Menurut ulama, ayat tersebut bermakna, kita harus sering-sering melakukan shalat taubat kepada Allah. Tobat bukan hanya sekali, tapi harus dilakukan terus-menerus dan sering. Karena tidak ada manusia yang tidak pernah berdosa, baik disengaja maupun tidak.

Manusia adalah tempat salah dan lupa. Sebagaimana dalam bahasa Arabnya yaitu Al Insan. Kata Al insan berasal dari tiga kata: anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan mengetahui; nasiya yang berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak. Dengan cara bertaubat itulah kita bisa memohon ampun kepada Allah atas kesalahan dan kealpaan kita.

Bayangkan, diri seorang hamba yang berlumuran dosa, jauh dari Allah, tidak merasakn “getar kasih sayang Allah”. Lalu dengan bertaubat kepada Allah, kita tiba-tiba bisa menjadi hamba yang sangat dekat kepada-Nya dan dicinta-Nya. Kita menjadi hamba yang setiap permintaan dan do’a-do’anya dikabulkan Allah. Mendapatkan bimbingan berupa ilham dan inspirasi dari Allah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Alangkah dahsyatnya lompatan spiritual yang kita peroleh dengan bertaubat kepada Allah.

Kedua, mendapatkan keuntungan dari Allah dengan cara cepat

Dalam surah an-Nur ayat 31 dijelaskan bahwa bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Jika Allah sudah menjanjikan keuntungan, maka siapakah yang bisa mendatangkan kerugian kepada kita?. Begitu juga sebaliknya, jika Allah sudah menahan rezeki kita, siapa yang sanggup memberi kita rezeki?. Akan ada saja kondisi yang tidak sesuai dengan harapan dan perkiraan kita. Misalnya, kita sudah sepakat janji untuk sebuah proyek. Tiba-tiba saja kesepakatan tersebut batal.

Ketiga, ditutupi kesalahan-kesalahan kita oleh Allah dan dijanjikan masuk surga

Dalam surah at-Tahrim ayat 8 dijelaskan bahwa orang-orang yang beriman diperintahkan untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan tuhanmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Ketika kita bertaubat dengan sebenar-benarnya maka dosa-dosa kita pun akan dihapus. Sebagaimana dalam surah Nuh ayat 10 bahwa Allah Maha pengampun maka mohon ampunlah kepada-Nya.

Ust. Yusuf Mansur sering berkata di dalam ceramahnya “kalau surga akhirat kita dapatkan balasannya nanti ketika kita sudah meninggal. Tapi surga di dunia kita dapatkan sekarang. Apa surganya mereka yang berutang? Yaitu lunasnya utang. Apa surga bagi mereka yang sakit? Yakni sembuh dari penyakitnya. Begitulah balasan bagi mereka yang mencari ridha Allah.

Mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh menggapai kasih sayang Tuhan. Mereka cinta kepada Tuhan dan Tuhan lebih cinta lagi kepada mereka. Mereka memuliakan Tuhan dan Tuhan lebih membuat hidup mereka semakin terhormat.

Keempat, mendapatkan petunjuk dari Allah dengan cepat

Dalam surah Ar-Ra’d ayat 27 dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah membiarkan sesat siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya.

Kalau Allah memberikan petunjuk dan arahan kepada kita, maka apa pun yang kita lakukan insya Allah akan mendapatkan keberhasilan. Bahkan dalam hal yang kita kira akan mendatangkan kerugian sekalipun. Kalau Allah ridha kepada kita, kondisi yang kita sangka akan mendatangkan kerugian bisa berbalik memberikan keuntungan dan keselamatan besar bagi kita.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...