4 Kerugian yang Terjadi Kalau Anda Malas Introspeksi Diri

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang tak luput dari kesalahan dan dosa. Baik dalam bersikap, berucap maupun mengambil keputusan.

Semakin luas pengaruh seseorang maka dampak dari kesalahannya juga bisa semakin luas. Sehingga orang-orang yang besar pengaruhnya di masa depan selalu senang melakukan introspeksi diri sejak muda.

Sehingga agama menganjurkan agar manusia melakukan selalu melakukan muhasabah atau introspeksi diri. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Hasyr ayat 18).

Perintah untuk melakukan introspeksi diri ini demi kepentingan manusia itu sendiri. Karena meninggalkan atau menyepelekan muhasabah bisa membuat Anda sengsara. Lalu ketika Anda malas melakukan introspeksi diri, maka paling tidak 4 hal ini yang akan terjadi pada Anda.

Pertama, selalu melakukan kesalahan yang sama

Melakukan introspeksi diri berarti melihat apa yang sudah Anda lakukan. Apakah yang Anda lakukan itu sudah benar atau belum? Apakah yang Anda lakukan itu punya kekurangan atau tidak? Apa yang bisa Anda perbaiki untuk menuju sempurna?

Namun jika malas introspeksi, Anda tidak akan melihat kesalahan ataupun kekurangan dari yang sudah Anda lakukan. Anda menganggap apa yang sudah Anda lakukan itu sudah sempurna, akibatnya Anda akan melakukan kesalahan ataupun kekurangan yang sama kembali.

Kedua, banyak menyesal

Jika Anda enggan dan menutup diri dari mengoreksi apa yang dilakukan dan diputuskan, kemungkinan besar akan ada penyesalan yang datang pada Anda di kemudian hari cepat atau lambat. Sebelum menyesal, maka introspeksi diri Anda sebelum, saat dan sesudah melakukan sesuatu.

Menyesal itu baik, agar Anda mau terus memperbaiki diri dan menyempurnakan karya, pengabdian dan hasil kerja. Namun penyesalan itu jangan terjadi pada hal yang sama. Karena itu artinya kualitas diri Anda tak meningkat.

Ketiga, merasa suci

Salah satu dampak buruk jika Anda tidak berkehendak untuk melakukan peninjauan terhadap diri ialah Anda merasa paling benar. Akibatnya timbul rasa merasa paling suci dan menganggap orang lain keliru.

Sebagaimana pepatah mengatakan, gajah dipelupuk mata tak terlihat, semut di seberang lautan terlihat jelas. Tetapi dengan introspeksi diri, justru Anda merasa bahwa ada saja kesalahan dan kekurangan yang harus terus diperbaiki. Sehingga lebih senang melihat kekurangan diri sendiri ketimbang orang lain.

Selain itu hal ini juga jelas bertentangan dengan surah An Najm ayat 32 yang menyatakan, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

Keempat, tidak prioritas dan nasib yang sama

Hal terakhir yang dialami ialah Anda buta terhadap prioritas dari yang Anda lakukan. Introspeksi bukan hanya dilakukan setelah melakukan sesuatu. Tetapi sejak awal sebelum memulainya Anda sudah memperhitungkan kemampuan diri dan langkah yang direncanakan.

Muhasabah juga dilakukan dengan memeriksa apakah yang Anda lakukan sudah tepat niat dan caranya. Menghitung kembali apakah ada hal lain yang lebih prioritas untuk dikerjakan atau tidak?

Jika Anda abai, maka Anda akan melakukan hal yang itu-itu saja dan tidak akan berkembang. Akibatnya tentu bisa berpengaruh terhadap nasib Anda yang tidak tumbuh dan berkembang.

Muhasabah atau introspeksi dilakukan dalam segala hal, terutama menyangkut ketaatan melakukan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Memeriksa bagaimana qalbu, lidah, mata tangan dan kaki itu digunakan. Sehingga hal ini juga berpengaruh pada nasib Anda di akhirat nanti.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...