4 Hal Ini Harus Anda Pastikan Saat Memulai Bisnis Baru

Tidak ada waktu yang paling tepat untuk memulai sebuah bisnis baru, jika menunggu waktu yang paling tepat, bisnis baru tidak akan segera dimulai. Sebab yang paling sulit dari bisnis baru biasanya adalah memulainya.

Namun begitu bukan berarti tidak perlu persiapan yang matang untuk memulai bisnis baru. Tentu saja harus. Tanpa persiapan yang baik sebuah bisnis baru bisa saja bernasib layu sebelum berkembang, dan kemudian mati.

Pertanyaannya, apakah masa pandemi seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk memulai bisnis baru? Ini menjadi pertanyaan bagi sebagian pelaku usaha yang bisnis lamanya terkena dampak pandemi. Juga bagi para calon wirausaha baru yang akan memulai bisnis setelah mengalami PHK dari kantor lamanya.

Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal di dalam kehidupan manusia. Artinya, selain banyak menghilangkan kebiasaan-kebiasaan lama, pandemi juga telah memunculkan kebiasaan baru. Seiring dengan itu, kebutuhan-kebutuhan baru pun muncul.

Ini waktunya bagi para pelaku usaha untuk menemukan peluang-peluang baru yang tiba-tiba muncul akibat situasi pandemi, untuk membangun sebuah bisnis baru.

Tapi masalahnya, bagaimana cara memutuskan peluang baru yang tepat untuk Anda?

Perlu diketahui, sebagian besar ide bisnis baru atau startup tidak berhasil karena mereka mencoba menyelesaikan solusi dari masalah yang salah.

Nah, berikut ini 4 hal yang harus Anda uji terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ide usaha baru Anda tersebut betul-betul memecahkan masalah yang tepat:

1. Memastikan bahwa ide usaha baru Anda benar-benar menyelesaikan masalah konsumen

Alasan umum dari para pendiri perusahaan untuk memulai usaha baru adalah: memecahkan masalah sehari-hari yang dihadapi masyarakat/konsumen.

Ketika mereka menemukan bahwa belum ada perusahaan yang mampu memberi solusi atas suatu masalah di masyarakat, mereka lalu membuatnya.

Tapi, banyak juga pelaku usaha yang merasa gagal karena ternyata mereka, dengan usaha barunya itu, menciptakan solusi untuk masalah yang salah. Di sini penting untuk memastikan benarkah solusi yang dibuat dibutuhkan oleh masyarakat.

Jika solusi yang Anda berikan benar, itu menjadi keunggulan bisnis Anda, karena dengan demikian Anda menjadi pionir dalam bisnis tersebut karena belum ada pelaku usaha lain yang melakukannya.

Jadi, mulailah pertimbangkan bagaimana pandemi yang telah menghancurkan peluang lama, menciptakan peluang baru.

Misalnya, seorang pelatih kebugaran yang melihat bahwa Covid-19 akan menurunkan bisnisnya. Tapi di sisi lain, dia melihat tingginya minat orang-orang akan kegiatan bersepeda sehingga kebutuhan untuk perbaikan sepeda pun meningkat.

Dan benar saja, minat orang ke pusat kebugaran pun akhirnya menurun. Tapi dia sudah berhasil menciptakan bisnis baru, yaitu menjajakan bakatnya untuk memperbaiki sepeda.

2. Unggul dalam pengetahuan dan keterampilan industri

Memastikan poin nomor 1 saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan industri yang diperlukan untuk menciptakan produk atau layanan yang akan memecahkan masalah konsumen.

Sejumlah pengusaha sukses bekerja keras mempelajari apa yang mereka butuhkan di bisnis baru mereka, atau mempekerjakan orang-orang profesional dengan keterampilan yang dibutuhkan.

3. Tidak pernah berhenti mengatasi hambatan bisnis

Untuk mengubah ide menjadi perusahaan yang sukses, Anda harus mengidentifikasi dan mengatasi banyak masalah.

Tanpa motivasi yang kuat dan keinginan yang besar untuk menyelesaikan semua masalah yang ada, Anda akan mudah berkecil hati lalu gagal mencapai tujuan.

Salah satu cara untuk tetap termotivasi adalah keinginan yang serius untuk menemukan solusi atas masalah di masyarakat. Kebutuhan untuk memecahkan masalah itu akan mendorong Anda untuk terus mengatasi semua rintangan di dalam bisnis.

4. Modal uang tunai yang cukup

Modal berupa uang tunai sangat penting bagi Anda untuk mempekerjakan orang, membeli inventaris dan peralatan, serta membayar ruang kantor dan semua sumber daya lain yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan Anda.

Lalu, dimana Anda mencari modal? Semua tergantung pada tahap usaha Anda. Sebelum Anda mendapatkan pelanggan, mencari dana dari teman atau keluarga, disarankan. Atau bisa juga dengan mengajukan proposal hibah misalnya, atau mencoba crowd sourcing. Jika itu tidak berhasil, Anda mungkin terpaksa harus meminjam uang ke bank.

Setelah Anda bisa membuktikan dapat menarik dan mempertahankan pelanggan Anda, langkah selanjutnya Anda bisa mempertimbangkan untuk mengumpulkan uang dari investor atau dari orang-orang kaya yang menawarkan modal serta nasihat bisnis untuk Anda.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...