10 Latihan Sederhana Ini Membentuk Ketangguhan Mental Anda

Hari-hari ini adalah hari-hari yang mensyaratkan ketangguhan mental kita. Betapa tidak, pandemi tak kunjung usai, entah sampai kapan. Akibatnya, kehidupan sosial dan ekonomi pun penuh dengan tekanan dan kejutan.

Ketangguhan mental selalu penting, lebih-lebih pada situasi seperti sekarang ini. Ketangguhan mental membantu kita agar tidak lepas kendali ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan.

Ketangguhan mental adalah kemampuan kita untuk bertahan dalam situasi sulit. Banyak cara untuk melatihnya, bahkan dari hal-hal yang paling sederhana.

Seperti yang disarankan Jenny Arrington, seorang guru yoga dan salah satu pendiri organisasi kesehatan dan kebugaran Rebel Human Resilience, sebagaimana dikutip dari fatherly.com.

Menurut Arrington, meningkatkan ketangguhan mental bisa dilakukan dengan melakukan latihan ketahanan.

Di dunia militer, seorang prajurit baru membentuk ketangguhan mentalnya melalui penderitaan. Seperti bertahan di danau yang beku, serta berbagai cara lain yang menantang. Mereka mencari cara untuk menghadapi situasi tidak nyaman.

Arrington sendiri berdiskusi dengan beberapa ahli untuk menemukan berbagai jenis latihan ketangguhan mental. Tidak membutuhkan banyak waktu, hanya dengan latihan rutin, langkah-langkah ini bisa membantu Anda menjadi lebih tangguh menghadapi keadaan sulit:

1. Mandi dengan air dingin

Memulai atau mengakhiri setiap hari dengan mandi air dingin, adalah cara sederhana untuk merasa nyaman dengan ketidaknyamanan.

Mandi air dingin bisa membawa darah ke kapiler, memperkuat sistem saraf, serta membangun ketangguhan mental.

Kata Arrington, memang tidak mudah untuk masuk ke pancuran air dingin, apalagi pagi-pagi. Tapi bagi orang yang siap menghadapi tantangan, ini akan memberikan pelatihan ketahanan fisik dan mental berkelanjutan. Selain itu, akan memberi dorongan endorfin serta energi untuk hari tersebut.

2. Tunggu beberapa menit, saat Anda lapar

Taktik sederhana lainnya untuk membangun toleransi terhadap ketidaknyamanan dan kontrol impuls adalah menahan diri ketika merasakan lapar.

“Menoleransi 5 hingga 10 menit dari rasa lapar akan membangun kesabaran,” kata seorang psikolog asal Chicago, Paul Losoff.

“Jika Anda mampu melakukan itu, Anda akan dapat mentolerir tantangan yang lebih sulit,” tambahnya.

3. Lakukan hal yang tidak Anda inginkan selama 10 menit

Jika ada sesuatu yang benar-benar tidak ingin Anda lakukan, misalnya berolahraga atau menerima laporan yang membosankan, katakan pada diri Anda sendiri, “Saya hanya perlu melakukannya selama 10 menit.”

Biasanya, ketika 10 menit berlalu Anda cenderung lanjut. Memulai, biasanya adalah bagian tersulit.

“Memulai sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan, akan melatih otak Anda untuk mengetahui bahwa Anda tidak harus menanggapi perasaan Anda,” kata psikoterapis dan Pimred Verywell Mind, Amy Morin.

“Hanya karena Anda tidak ingin melakukannya, bukan berarti Anda tidak dapat melakukannya. Sejatinya, Anda lebih kuat dari yang Anda kira,” katanya.

Hal ini juga berlaku ketika Anda mengambil tantangan yang lebih berat. “Ketika otak Anda meremehkan Anda, jawablah dengan kalimat ‘tantangan diterima’,” kata Morin.

Anda adalah orang yang lebih mampu dan kompeten daripada yang Anda kira.

4. Berolahraga tanpa musik atau TV

Berolahraga adalah cara yang baik untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mental. Tapi ketika Anda melakukannya sambil mendengar musik atau menonton TV, Anda akan mengalihkan perhatian dan membatasi kesempatan untuk membangun toleransi terhadap rasa tidak nyaman.

“Hadirkan ketidaknyamanan Anda ketika berolahraga dengan mematikan musik di iPhone atau tablet Anda,” saran Arrington.

“Berolahraga dengan ‘ketidaknyamanan’ akan memaksimalkan kemampuan Anda meningkatkan ketabahan,” katanya.

5. Duduklah dan rasakan emosi Anda (kontemplasi)

Ketika Anda merasakan kesepian, marah, cemas, sedih, atau takut, cobalah berhenti sejenak.

Apakah Anda akan mengambil ponsel, lalu membuka Instagram atau memeriksa email?

Cobalah lawan dorongan itu, duduklah atau berbaring dan tutup mata Anda. Rasakan, apakah Anda dapat menemukan sensasi fisik pada tubuh Anda.

Apakah Anda merasakan sesak di dada? Di perut? Sesak di tenggorokan? Di rahang?

Sensasi apa pun yang Anda rasakan, ikuti saja sensasi itu. Lupakan pikiran yang ruwet. Pertahankan perasaan fisik itu selama beberapa menit. Tanyakan, apa yang dikatakan perasaan itu kepada Anda.

“Ini mungkin terdengar aneh,” kata Arrington.

Tapi menurut dia, ini adalah praktik yang digunakan dalam psikologi berbasis somatik maupun dalam praktik yoga kuno.

Duduk dengan sepenuh perasaan dan emosi, mungkin adalah hal tersulit bagi seseorang. Sebab bagi sebagian orang, lebih mudah berperang ketimbang meresapi perasaannya sendiri. Tetapi hal tersulit seringkali memiliki hasil terbaik.

Latihan ini, menurut Arrington, tidak hanya akan membangun ketangguhan mental, tapi juga membantu Anda menyembuhkan trauma lama, melepaskan diri dari kebiasaan buruk, dan membawa Anda ke tingkat perkembangan pribadi berikutnya.

6. Berikan sebutan pada perasaan Anda

Terkadang sulit untuk menyebutkan perasaan Anda sendiri. Bahkan mungkin sulit bagi Anda untuk mengakui, saat Anda merasa gugup atau sedih.

Tapi penelitian menunjukkan bahwa memberi sebutan pada emosi Anda akan menghilangkan banyak dampak buruk.

Jadi, periksalah diri Anda sendiri beberapa kali dalam sehari, dan tanyakan pada diri Anda bagaimana perasaan Anda.

“Jika Anda dapat memberi sebutan pada emosi tersebut, Anda akan merasa lebih kuat,” kata Morin.

Hal ini bisa dilakukan secara sederhana, yaitu dengan berhenti untuk meluangkan waktu sejenak, menyebutkan perasaan Anda pada diri Anda sendiri.

“Penting untuk terhubung dengan perasaan Anda. Jadi, saat Anda marah, Anda tidak mengambil risiko besar yang tidak perlu Anda lakukan,” Morin menjelaskan.

7. Pernapasan dalam

Sebagai bagian dari meditasi atau untuk aktivitas sehari-hari, bernapas dalam-dalam sangat penting untuk mengembangkan ketangguhan mental.

Dengan pernapasan dalam, memungkinkan Anda mengatur pikiran, perasaan, dan pernapasan Anda dengan lebih baik, terutama saat keadaan sulit.

“Bernapas dalam-dalam membantu mengurangi tingkat kortisol di otak dan tubuh yang menghalangi kognisi Anda, memungkinkan Anda untuk mengurangi tekanan,” kata Caroline Leaf, ahli saraf kognitif.

Leaf menyarankan dua teknik pernapasan: jeda 10 detik, Anda menarik napas selama tiga detik dan mengeluarkannya selama 7 detik; dan metode pernapasan kotak, Anda menarik napas dalam-dalam selama 4 detik, tahan selama 4 detik, dan bernapas selama 4 detik.

Anda juga bisa bernapas di satu sisi hidung dan keluar di sisi yang lain. “Aliran oksigen dari pernapasan dalam membantu mengatur ulang bagian terdalam otak dan biokimia Anda,” kata Leaf.

8. Bicaralah dengan seseorang

Menjadi tangguh berarti mengakui bahwa Anda tidak memiliki semua jawaban. Berbicara dengan seseorang dapat membantu mengembangkan ketangguhan mental.

Jadi, berbicaralah dengan teman dan keluarga Anda secara teratur.

“Teman dekat atau anggota keluarga dapat memberi Anda perspektif berbeda tentang apa yang Anda alami,” kata Morin.

9. Berlatih bersyukur

“Studi menunjukkan orang yang bersyukur menikmati banyak manfaat, seperti peningkatan kekebalan, kualitas tidur yang lebih baik, dan lebih memiliki kekuatan mental,” kata Morin.

“Carilah hal-hal yang dapat Anda syukuri setiap hari, dan Anda akan meningkatkan mental Anda,” jelasnya.

10. Akui kesalahan

Orang bermental kuat tidak mungkin berpura-pura bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan.

Tidak mengakui kesalahan hanya menggali lubang lebih dalam dan menyebabkan hilangnya kepercayaan serta rusaknya hubungan.

Alih-alih melempar kesalahan kepada pihak lain, orang-orang bermental kuat justu mampu menerima tanggung jawab penuh atas tindakan mereka sendiri.

“Mengakui kesalahan membebaskan Anda dari rasa bersalah,” kata Eric Rittmeyer, seorang penulis dan mantan Marinir.

“Dengan tidak mengakui bahwa Anda salah, Anda justry membiarkan rasa bersalah menetap dan membusuk di perut Anda,” kata dia.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...